indonesia

Movie Review : DILAN 1990 (2018)

Rating : Remaja [13+]

Rate : 6.5 / 10

dilan poster yes

Sinopsis : Milea (Vanesha Prescilla) bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tidak biasa membawa Milea mengenal keunikan Dilan, pintar, baik hati, romantis. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan teman-teman lelaki lain, bahkan Beni (Brandon Salim), pacar Milea di Jakarta. Perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus. Beni, Nandan (Debo Andryos), Kang Adi (Refal Hadi) mewarnai perjalanan itu. Dilan membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat.

Tahun 2018, perfilman Indonesia dibuka dengan film remaja ter-fenomenal. Gimana engga, Dilan 1990 dalam 12 hari penayangan aja sudah tembus 4 juta penonton (tepok nyamuk). Film Dilan diangkat dari novel best seller karangan Pidi Baiq, seniman multitalenta dari Bandung. Gua sendiri belum pernah baca novelnya, dan awalnya mengira novel Dilan ini adalah novel keluaran tahun 90an yang sekarang heboh lagi (dasar ga update). Searching lah gua, jadi novelnya adalah kisah trilogy, yaitu Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 terbitan 2014, lalu Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 terbit tahun 2015 dan Milea: Suara Dari Dilan yang terbit tahun 2016. Mungkin yang membuat kisahnya begitu viral dari dialog-dialognya kali ya. Gombalan-gombalannya sukses bikin baper (bawa perasaan) remaja masa kini.

Sekitar Mei 2017, penggemar novel Dilan dibuat heboh karena novel kesayangannya akan segera diadaptasi ke film. Banyak artikel yang buat daftar siapa yang paling cocok jadi Dilan. Nama-nama seperti Adipati Dolken, Miqdad Addausy, Gusti Rayhan, Jefri Nichol, Leon Dozan dll. digadang-gadang jadi kandidat pemeran Dilan. Bulan Juli pengumuman casting nya keluar dan eng ing eng.. Iqbaal Ramadhan mantan anggota boyband berhasil jadi pemeran utama. Komentar netijen sih banyakan kecewa, dianggap kurang cocok lah, kurang bandel dsb. Penasaran akhirnya terjawab pas trailernya keluar di bulan Desember. My first thought.. not too convincing karena aktingnya yang kaku dan dialog-dialognya yang cheesy. Tapii, trailer kan cuma nampilin potongan 2 menit dan prinsip gua kalau nonton film apapun, kosongin aja pikiran dan gausah berekspektasi macem-macem, daripada kuciwa berat kalau filmnya ga sesuai harapan. Jadi daripada nge judge aneh-aneh lebih baik nonton filmnya yukk ^^v (Btw, gua nonton ini dapet kursi kedua dari depan, berasa balik jaman ABG lagi. Terlalu niat wkwk).

dilan 1
Es krimnya dikasih dong bang

Spoiler yaa

(more…)

Advertisements

Movie Review : ZIARAH (2016)

Rating : R [13+]

Rate : 8.5/10

ziarah

Sinopsis : Pada Agresi Militer Belanda ke-2 tahun 1948, Mbah Sri (Ponco Sutiyem) terpisah dengan Pawiro, suaminya karena pergi berperang. Setelah perang usai, Pawiro tak pernah kembali. Puluhan tahun berlalu, Mbah Sri menjanda hingga masa tuanya. Sahabat-sahabat terbaiknya meninggal. Mbah Sri berharap bisa menemukan tanah terbaik untuk pemakamannya, satu petak tanah di sebelah makam orang yang dicintainya. Suatu sore, Mbah Sri bertemu dengan tentara veteran yang mengenal Pawiro. Tentara itu mengetahui di mana Pawiro tertembak oleh Belanda pada 1949. Berbekal informasi yang tidak utuh, Mbah Sri mencari makam suaminya…

Bless the unexpected, tau film ini dari Rio Dewanto (sok kenal :-B), maksudnya gara-gara kepo Instagram nya (clickbait effect). Dan ketemulah Instagram @filmziarah. Yang paling buat saya pengen banget nonton ini, efek si mbah sepuh 95 tahun yang jadi nomine aktris terbaik, a.k.a Mbah Ponco Sutiyem. Jarang banget loh, apalagi film Indonesia dengan leading actress setua beliau. Okelah nonton

626849-1000xauto-gala-premier-film-ziarah

Mbah Ponco Sutiyem dan Sutradara BW Purba Negara. Gala premiere nya, kesederhanaan yang haqiqi

Review ? Jamin ga spoiler haha

(more…)