Author: perkyfinger

22 years old, medical student, (picky) movie enthusiast and trying so hard to be Mama's proud :D

Movie Review : Pengabdi Setan (2017)

Rating : D [17+]

Rate : 8.5/10

poster pengabdi setan

Sinopsis : Berkisah tentang keluarga kecil yang mengalami keterpurukan di tahun 1981. Setelah sakit yang tak kunjung sembuh-sembuh selama 3 tahun, akhirnya Ibu meninggal dunia. Bapak kemudian memutuskan untuk bekerja di luar kota meninggalkan Rini (Tara Basro) dan 3 adik-adiknya sendiri. Selang beberapa hari kemudian, anak-anak merasa bahwa Ibu kembali ke rumah. Situasi semakin mencekam dan mengerikan saat mereka tahu kalau Ibu datang lagi tidak sekedar menjenguk, namun untuk menjemput mereka.

Kembali nonton film horooor, yah pada dasarnya gua sulit menolak untuk gak nonton filmnya Joko Anwar sih. Dari Janji Joni (2005) yang super komikal sampai A Copy of My Mind (2013) yang bittersweet. Kecintaan Joko Anwar sama Pengabdi Setan (1982) (sukes menyandang status cult classic) membawa beliau ngelobby Rapi Films, production house film yang terdahulu (baru tau akika, udah jadul juga ya si Rapi ini) untuk direct film remake terbarunya.

The Omen (1976) jadi pengalaman pertama gua nonton film horor jadul (semata-mata nonton karena ada Gregory Peck). Film horor jadul lebih mementingkan kekuatan cerita, tapi agak cheesy di beberapa scene karena efek yang seadanya (belum ada CGI dan make up kekinian) memang membuat adegan horornya jadi ga horor2 banget. Tapi beda loh untuk Pengabdi Setan yang jadul, mungkin low point nya di akting beberapa pemainnya, tapi make up setannya itu keren banget untuk ukuran tahun 80an.

Kualitas Pengabdi Setan terbaru ini tentu ga diragukan lagi, fenomenal untuk genre horror bisa mendapatkan 13 nominasi Festival Film Indonesia 2017 yang bakal diselenggarakan di Manado, 11 November nanti. Nominasinya adalaah, ada di kategori Sutradara Terbaik (Joko Anwar), Penata Busana Terbaik (Isabelle Patrice), Penata Rias Terbaik (Darwyn Tse) [kalau yang ini ga menang, kacaau FFI], Pengarah Artistik Terbaik (Allan Sebastian), Penata Efek Visual Terbaik (Finalize Studios), Penata Musik Terbaik (Aghi Narottama, dkk), Pencipta Lagu Terbaik (The Spouse – Kelam Malam) [lagunya mistis banget, semoga menangg], Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa, dkk), Penyunting Gambar Terbaik (Arifin Cuunk), Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Joko Anwar), Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung), Pemeran Anak Terbaik (Muhammad Adhiyat) [Iaan, best of luck!] dan pastinya nominasi Film Terbaik. Total sampai segitu sukses menjadikan Pengabdi Setan film dengan nominasi terbanyak di FFI 2017 loooh (standing ovation!)

keluarga pengabdi setan

Mari bertemu dengan keluarga Pengabdi Setan

Yuk lanjutkan review nya (no spoiler)

(more…)

Advertisements

Movie Review : IT (2017)

Rated R for violence/horror, bloody images, and for language 

Rate : 8.5/10

it-teaser-poster.jpg

Sinopsis : Tahun 1988 di Kota Derry, Maine satu persatu anak-anak mulai menghilang dan meninggalkan bercak darah. Hal tersebut menimbulkan rasa penasaran bagi sekelompok anak-anak di kota. Namun, di usahanya untuk mengungkap kasus tersebut, justru sekelompok anak lainnya itu diteror oleh seorang badut yang sebenarnya adalah iblis yang memiliki kemampuan berubah bentuk yang bernama Pennywise (Bill Skarsgård). Mereka menjadi target teror badut tersebut.

I am not a fan of horror movies, wujud setannya itu lho suka kebayang-bayang terus :/ Lebih suka nonton genre horor kalau rame-rame sama temen tapi kadang juga sok berani nonton sendiri kalau memang horornya bagus kayak Kala (2007) [Joko Anwar’s masterpiece, ketakutan sendiri nontonnya tapi buagus banget] atau Psycho (1960) [Hitchcock’s classic, Perkins acting and the ending gave me goosebumps].

I totally ignore this when the first teaser come out 😦 Ya cukup tau aja kalau film ini merupakan remake miniseri IT (1990) yang gua juga ga tertarik untuk nonton. Tapiii, pas diajakin nonton mikir-mikir juga (thank you Njar, hho) dan sempet baca beberapa review luar bilang ini termasuk remake yang bagus. Couldn’t say no to high quality movies though. Yap, gua takut liat setannya tapi masih bisa dengerin atau baca subtitle kan. So that’s my method of watching horror movies (mata ditutup haha)

This slideshow requires JavaScript.

Let the review begin! (no spoiler)

(more…)

Movie Review : ZIARAH (2016)

Rating : R [13+]

Rate : 8.5/10

ziarah

Sinopsis : Pada Agresi Militer Belanda ke-2 tahun 1948, Mbah Sri (Ponco Sutiyem) terpisah dengan Pawiro, suaminya karena pergi berperang. Setelah perang usai, Pawiro tak pernah kembali. Puluhan tahun berlalu, Mbah Sri menjanda hingga masa tuanya. Sahabat-sahabat terbaiknya meninggal. Mbah Sri berharap bisa menemukan tanah terbaik untuk pemakamannya, satu petak tanah di sebelah makam orang yang dicintainya. Suatu sore, Mbah Sri bertemu dengan tentara veteran yang mengenal Pawiro. Tentara itu mengetahui di mana Pawiro tertembak oleh Belanda pada 1949. Berbekal informasi yang tidak utuh, Mbah Sri mencari makam suaminya…

Bless the unexpected, tau film ini dari Rio Dewanto (sok kenal :-B), maksudnya gara-gara kepo Instagram nya (clickbait effect). Dan ketemulah Instagram @filmziarah. Yang paling buat saya pengen banget nonton ini, efek si mbah sepuh 95 tahun yang jadi nomine aktris terbaik, a.k.a Mbah Ponco Sutiyem. Jarang banget loh, apalagi film Indonesia dengan leading actress setua beliau. Okelah nonton

626849-1000xauto-gala-premier-film-ziarah

Mbah Ponco Sutiyem dan Sutradara BW Purba Negara. Gala premiere nya, kesederhanaan yang haqiqi

Review ? Jamin ga spoiler haha

(more…)

ANALISIS KEBIJAKAN Permenkes RI Nomor 59 Tahun 2016 tentang Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu

Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum, kebijakan (policy) menurut James E. Anderson adalah serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seorang pelaku atau sekelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah tertentu. Analisis kebijakan merupakan penilitian sosial terapan yang secara sistematis disusun dalam rangka mengetahui substansi dari kebijakan agar dapat diketahui secara jelas informasi mengenai masalah-masalah yang mungkin timbul sebagai akibat dari penerapan kebijakan. Kali ini saya akan menganalisis kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 59 tahun 2016 tentang “Pembebasan Biaya Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu” dengan menggunakan system segitiga kebijakan, ditinjau dari isinya, konteks, aktor dan proses kebijakan tersebut.

WHO-Introduction-to-Consultation-WEB-v2

(more…)

Movie Review : BATMAN v SUPERMAN : DAWN OF JUSTICE (2016)

Rated PG-13 for intense sequences of violence and action throughout, and some sensuality

Rate : 6.5/10 bvs poster

Sinopsis : Umat manusia dilanda kebingungan tentang sosok pahlawan seperti apa yang mereka butuhkan. Pada bagian lain, terjadi pertikaian antara Batman (Ben Affleck) dan Superman (Henry Cavill). Keduanya sibuk berperang demi menunjukkan siapa yang paling pantas untuk menjadi pahlawan di Bumi. Bahaya dan ancaman baru datang dari sosok penjahat yang paling menakutkan, Lex Luthor (Jesse Eisenberg). Sekali lagi, eksistensi umat manusia kembali terancam dan bencana besar tak dapat dihindari.

Koass HiVi! is back! Setelah nonton Spectre (2015), The Hunger Games : Mockingjay Part 2 (2015) dan John Wick (2014) bareng, kali ini sukses nonton premiere film superhero pembuka 2016, hehe *terima kasih Bang Randop sudah ngantriin tiket. Ekspektasi rendah aja sih, secara Man Of Steel (2013) juga masuk dalam kategori film superhero yang biasa2 aja (menurut gua nyaha). Karena ini masuk wajib tonton 2016 jadi yasudah capcus

bvs premiere

The Holy Trinity, versi Red Carpet

Review ? Spoiler dikit boleh yaa (more…)

Movie Review : CAROL (2015)

Rated R for a scene of sexuality/nudity and brief language

Rate : 9.5/10 *pengen kasih 10/10 tapi kesempurnaan cuma milik Allah SWT

carol poster fix

Sinopsis : Jalinan cinta terlarang antara dua wanita yang terjadi di New York era 50-an. Therese Belivet (Rooney Mara) adalah seorang karyawati di sebuah department store yang jatuh cinta dengan Carol Aird (Cate Blanchett), seorang wanita yang lebih tua dan telah menikah.

Yak ini dia yang sukses bikin dunia perLGBT-an heboh (yang sekarang tambah marak), sukses buat Cate Blanchett sama Rooney Mara jadi OTP ter OTP kaya Leo & Kate dan juga sukses bikin gua jadi shipper nya Cate x Rooney :-B (the way they look at each other is so real dude!)

carol post

Darling, hold my haaand >.<

(more…)

FRAU : Konser Tentang Rasa (30 Oktober 2015)

Bismillah, first post

frau post 3

I feel like I’m the luckiest person alive! Awalnya semangat empat lima pengen nonton, secara belum pernah liat Frau live. Tiket dijual tgl 19 Oktober dan ekslusif hanya 300 tiket. Niatnya memang ga beli pas tanggal segitu (mikirnya kayanya ga bakal kehabisan) dan baru hari Rabu (21 Oktober) berangkat beli. Endingnyaaa.. tiket ludes terjual pas hari H penjualan dan sampai waiting list.

Gara-gara antusiasme yang besar, Frau mau mau ngadain konser tambahan, tapi pikiran kok ya hopeless, ga yakin bisa dapet tiket. Dan yaa Alhamdulillah, temen nonton pas banget lagi buka2 twitter dan kebukanya info tiket kembali dijual untuk show tambahan :’D

Yang belum nonton, SPOILER ALERT yaa (more…)