Movie Review : ZIARAH (2016)

Rating : R [13+]

Rate : 8.5/10

ziarah

Sinopsis : Pada Agresi Militer Belanda ke-2 tahun 1948, Mbah Sri (Ponco Sutiyem) terpisah dengan Pawiro, suaminya karena pergi berperang. Setelah perang usai, Pawiro tak pernah kembali. Puluhan tahun berlalu, Mbah Sri menjanda hingga masa tuanya. Sahabat-sahabat terbaiknya meninggal. Mbah Sri berharap bisa menemukan tanah terbaik untuk pemakamannya, satu petak tanah di sebelah makam orang yang dicintainya. Suatu sore, Mbah Sri bertemu dengan tentara veteran yang mengenal Pawiro. Tentara itu mengetahui di mana Pawiro tertembak oleh Belanda pada 1949. Berbekal informasi yang tidak utuh, Mbah Sri mencari makam suaminya…

Bless the unexpected, tau film ini dari Rio Dewanto (sok kenal :-B), maksudnya gara-gara kepo Instagram nya (clickbait effect). Dan ketemulah Instagram @filmziarah. Yang paling buat saya pengen banget nonton ini, efek si mbah sepuh 95 tahun yang jadi nomine aktris terbaik, a.k.a Mbah Ponco Sutiyem. Jarang banget loh, apalagi film Indonesia dengan leading actress setua beliau. Okelah nonton

626849-1000xauto-gala-premier-film-ziarah

Mbah Ponco Sutiyem dan Sutradara BW Purba Negara. Gala premiere nya, kesederhanaan yang haqiqi

Review ? Jamin ga spoiler haha

Skenarionya brilian! Memang pantes lah dapet penghargaan naskah terbaik, humornya on point, story telling nya juga ngalir dan ceritanya sederhana tapi ngena banget. Salah satu dialog favorit saya “Nek awake dhewe keakehan ngerungokke suarane wong liyo, awake dhewe ra iso ngerungekke suarane awake dhewe” (Sorry, fellow Javanese kalau translate ke bahasa Jawanya kurang oke). Dialog juga 98% full bahasa Jawa! (ini kadang yang bikin gemes sama film2 Indo yang ngangkat sejarah di daerah tertentu, dialognya campur2 dan aksennya juga masih Jakarta banget). Musiknya cukup simpel dan beberapa scene jadi agak buat mistis (kejawennya keluar). Akting yang natural & meyakinkan dari Simbah, cucunya Prapto (Rukman Rosadi) dan supporting cast lainnya juga jadi poin plus filmnya. Sayang ada beberapa extra yang keliatan sal-ting di depan kamera, lumayan nambah humor.

vlcsnap-2017-05-23-21h53m08s92

Mungkin yang jadi PR Film Indonesia adalah bagian sinematografi ataupun kamera dan editing. Ga cuma Ziarah tapi film2 Indo yang big budget aja keliatan banget kalau shot2 jauh, gambarnya pecah atau ada adegan yang keliatan banget diambil dari kejadian asli jadi kameranya beda atau mungkin pake smartphone. Di beberapa scene yang cuma ngeliatin pemandangan juga lumayan bikin ngantuk, haha. But, it’s worth the wait, sebuah perjalanan panjang buat film Ziarah agar bisa ditayangin di bioskop lokal. Ziarah malang melintang di berbagai festival film kaya Salamindanaw Asian Film Festival, Jogja Netpac Asian Film Festival, AIFFA dsb di tahun 2016. Naskahnya juga masuk nominasi skenario terbaik di FFI 2016 tapi kalah sama Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara (2016)

vlcsnap-2017-05-23-21h51m46s228

Afterwords : Ziarah berhasil membungkus apik realita kehidupan yang emang kadang ga seindah ekspektasi. Semoga besok makin banyak film-film Indonesia yang berkualitas kaya Ziarah dan tentunya film lokal berkualitas juga bisa raja di tanah sendiri (kenyataannya film lokal berkualitas emang minim penonton) daaan Long live and Prosper Mbah Ponco!

vlcsnap-2017-05-23-21h53m41s171

*akhirnya posting review juga di 2017, masih ada beberapa review film yang masih draft dan belum di posting. semangat kaka >.<
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s